ADA 5 pebulu tangkis legendaris Indonesia yang mampu mengguncang dunia yang menarik untuk dibahas. Sejatinya, ada banyak sekali atlet bulu tangkis Tanah Air yang mampu membuat dunia terpukau, namun kali ini mari kita bahas lima nama yang memulai dominasi Indonesia di jagat tepok bulu tersebut.
Ya, daftar legenda Indonesia yang mendunia sebenarnya sangat panjang. Kita mengenal pasangan ganda putra legendaris seperti Rexy Mainaky/Ricky Subagja dan mendiang Markis Kido yang berpasangan dengan Hendra Setiawan.
Lalu di sektor ganda campuran, ada Liliyana Natsir yang reputasinya tak perlu diragukan lagi. Hal itu membuktikan bahwa regenerasi bulu tangkis Indonesia memiliki pondasi yang kuat. Namun, sebelum nama-nama di atas, sudah lebih dulu ada atlet Tanah Air yang membanggakan Indonesia di dunia bulu tangkis. Siapa saja mereka?
Sulit membicarakan sejarah bulu tangkis tanpa menyebut namanya. Rudy adalah simbol supremasi Indonesia dengan koleksi lebih dari 20 gelar internasional.
Prestasi yang paling mustahil dipecahkan adalah raihan delapan gelar All England, di mana tujuh di antaranya didapat secara beruntun (1968-1974). Berkat efisiensi dan kontrol permainannya yang luar biasa, namanya abadi dalam Guinness Book of World Records.
Muncul sebagai suksesor era Rudy Hartono, Liem Swie King membawa warna baru dengan gaya bermain menyerang yang agresif. Mengantongi lebih dari 15 gelar internasional termasuk tiga trofi All England, ia paling dikenang berkat teknik King Smash.
Lompatan smash-nya yang melegenda tidak hanya keras, tapi juga presisi, menjadikannya salah satu pemain paling menghibur sekaligus ditakuti lawan.
Susy Susanti adalah sosok yang membawa sektor tunggal putri Indonesia ke puncak dunia. Dengan koleksi lebih dari 30 gelar internasional, momen paling emosional dalam kariernya adalah saat menyumbangkan medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992.
Dikenal dengan kegigihan, kedisiplinan, dan permainan reli yang sabar, Susi adalah inspirasi utama bagi atlet putri Tanah Air.
Sejarah emas Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992 tak lengkap tanpa nama Alan Budikusuma. Di tahun yang sama dengan Susi, Alan berhasil mengamankan medali emas sektor tunggal putra.
Dikenal sebagai pemain dengan ketenangan mental yang luar biasa, Alan memiliki lebih dari 10 gelar internasional dan selalu tampil dengan strategi matang di setiap laga krusial.
Taufik Hidayat dikenal sebagai pemain dengan bakat alami yang luar biasa. Ia pernah memuncaki peringkat satu dunia di usia 18 tahun dan meraih lebih dari 20 gelar bergengsi, termasuk emas Olimpiade Athena 2004 serta Juara Dunia 2005.
Senjata paling mematikannya adalah backhand smash yang disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah. Gaya bermainnya yang elegan membuat Taufik menjadi ikon global.
(Rivan Nasri Rachman)