Lalu, setelah di Moto2, Veda juga harus bisa konsisten berada di lima besar atau setidaknya menuai hasil-hasil positif. Setelah dua musim di kategori itu, bukan tidak mungkin promosi ke MotoGP akan jadi hadiah utamanya.
“Mungkin di Moto2 kalau Veda bisa konsisten dan tentunya tidak banyak mengalami banyak cedera, mungkin ya sekitar dua musim di Moto2,” terang Hendry.
“Dan setelah itu mungkin kita akan melihat pembalap Indonesia di MotoGP. Berarti itu artinya sekitar 2029. Usianya pun masih usia yang sangat matang buat Veda saat itu ya,” tutupnya.
Kans Veda memang cukup terbuka mengingat Honda Team Asia kerap mempromosikan bakat besarnya ke kelas MotoGP. Sejumlah nama sudah mampu menembus kelas premier dari tim tersebut yakni Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra.
(Wikanto Arungbudoyo)