SYARAT Veda Ega Pratama menembus MotoGP 2029 menarik untuk diulas. Saat ini, peluang pembalap muda Indonesia itu cukup terbuka.
Veda Ega mencuri perhatian usai tampil apik di tiga seri awal Moto3 2026. Ia finis posisi lima pada balapan di Thailand dan naik podium dengan finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026.
Penampilan Veda itu memunculkan harapan untuk melihat pembalap asal Indonesia pertama di kelas MotoGP. Namun, tangga untuk mencapai kategori teratas itu cukup terjal.
Tentunya, Veda Ega harus menapaki dulu ke Moto2. Pengamat balap motor, Hendry Wibowo, menyebut pembalap asal Gunungkidul itu perlu tampil konsisten dulu agar bisa dinaikkan oleh Honda Team Asia.
“Dan itu peluangnya sangat terbuka lebar. Apalagi, Mario Aji sudah tahun ketiga atau keempat di Moto2 yang artinya ini sudah cukup kesempatan yang bisa diberikan Honda Team Asia,” imbuh pria berkacamata itu.
Lalu, setelah di Moto2, Veda juga harus bisa konsisten berada di lima besar atau setidaknya menuai hasil-hasil positif. Setelah dua musim di kategori itu, bukan tidak mungkin promosi ke MotoGP akan jadi hadiah utamanya.
“Mungkin di Moto2 kalau Veda bisa konsisten dan tentunya tidak banyak mengalami banyak cedera, mungkin ya sekitar dua musim di Moto2,” terang Hendry.
“Dan setelah itu mungkin kita akan melihat pembalap Indonesia di MotoGP. Berarti itu artinya sekitar 2029. Usianya pun masih usia yang sangat matang buat Veda saat itu ya,” tutupnya.
Kans Veda memang cukup terbuka mengingat Honda Team Asia kerap mempromosikan bakat besarnya ke kelas MotoGP. Sejumlah nama sudah mampu menembus kelas premier dari tim tersebut yakni Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra.
(Wikanto Arungbudoyo)