Musim perdana Jordan berakhir dengan torehan yang mencengangkan meskipun Bulls hanya mencatat rekor 38-44 dan tersingkir di babak pertama playoff. Ia bermain penuh dalam 82 pertandingan reguler dengan rata-rata 28,2 poin per gim, yang akhirnya membuahkan gelar Rookie of the Year.
Musim 1984-1985 itu menjadi cetak biru bagi dominasi yang ia pertahankan selama 15 musim di NBA. Walau sudah pensiun lebih dari dua dekade lalu, pengaruh Jordan tetap tak tergoyahkan.
Jordan masih menempati posisi keenam pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah musim reguler dan kedua di babak playoff. Lebih mengagumkan lagi, ia memegang rekor rata-rata skor tertinggi sepanjang karier di musim reguler (30,12 PPG) dan playoff (33,4 PPG).
Satu hal yang pasti, jika tabrakan dengan Jeff Ruland malam itu berakhir berbeda, sejarah olahraga dunia mungkin tidak akan pernah mengenal sosok Air Jordan.
(Rivan Nasri Rachman)