Dengan status barunya, Taufik pun harus mengurus segala kebutuhan tandingnya sendiri, mulai dari pendaftaran turnamen hingga akomodasi hotel. Hingga pada akhirnya, Taufik Hidayat pun pensiun pada 16 Juni 2013, tepatnya kelar tampil Indonesia Open 2013.
Taufik Hidayat meninggalkan Pelatnas dengan catatan emas yang hampir sempurna. Sejak masuk Cipayung pada 3 November 1996, putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini telah mendominasi dunia lewat gelar Juara Dunia 2005, dua emas Asian Games (1998 dan 2006), serta enam gelar Indonesia Terbuka. Ia juga menjadi pilar penting saat Indonesia memboyong Piala Thomas tahun 2000 dan 2002, termasuk meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.
Kini, Taufik Hidayat sudah kembali bergabung dengan PBSI. Tepatnya ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I PP PBSI untuk periode 2024-2028. Ia resmi dilantik pada 30 November 2024 dan membawahi bidang pembinaan prestasi (pelatnas/daerah), tim pelatih, turnamen, serta perwasitan
(Rivan Nasri Rachman)