CAPAIAN Marc Marquez yang kurang bagus di tiga seri awal MotoGP 2026 sungguh disayangkan. Andrea Dovizioso melihat masalah yang dihadapi mantan rivalnya itu jauh lebih serius dari yang terlihat secara kasat mata.
Marquez belum meraih hasil maksimal di tiga seri awal MotoGP 2026. Ia gagal finis di Thailand dan mengakhiri balapan di posisi empat di Brasil serta kelima di Amerika Serikat (AS).
Hasil tersebut tentu mengecewakan buat sang juara dunia bertahan. Dugaan muncul penyebab penampilan jelek itu adalah faktor motor Ducati Desmosedici GP26 yang tak kompetitif.
Marquez sendiri menuturkan penurunan performa disebabkan kondisinya yang belum 100% pulih usai cedera bahu kanan di MotoGP Mandalika 2025. Dovizioso menduga masalahnya lebih serius dari itu.
“Jadi, kebenaran mengenai apa yang dia lakukan dan seberapa banyak masalah yang dihadapinya, terutama untuk yang bukan pendukungnya, mengandung banyak arti,” imbuh pria asal Italia itu.
Dovizioso menjelaskan, Marquez menjadi juara dunia di MotoGP 2025 juga dengan level yang tidak 100% imbas dari cedera di lengan kanan yang menderanya sejak 2020. Kecelakaan di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Indonesia, diyakini menambah buruk situasinya.
“Tahun lalu, dia menjuarai MotoGP. Saya tidak bisa bilang berapa persentasenya, tetapi dia tidak 100%. Dia masih memiliki banyak hal untuk meningkatkan fisiknya,” papar Dovizioso.
“Mungkin cedera di Indonesia memperparah pembatasan (pergerakan) di lengannya, yang saya percaya tidak ada solusinya. Austin (AS) adalah konfirmasi terkuat, itu tempat di mana dia bisa membuat perbedaan, tetapi ternyata tidak,” tandasnya.
Gara-gara penurunan performa itu, Marquez kini nangkring di posisi lima pada klasemen MotoGP 2026 dengan 45 poin. Ia tertinggal 36 angka dari Marco Bezzecchi yang bertakhta di puncak berkat tiga kemenangan beruntun.
(Wikanto Arungbudoyo)