Situasi di internal Aprilia menjadi semakin menarik karena adanya perbedaan status kontrak kedua pembalapnya. Bezzecchi telah mengamankan masa depannya dengan menandatangani kontrak multi-tahunan bersama pabrikan Italia tersebut.
Sebaliknya, Jorge Martin santer dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk pindah ke Yamaha pada musim depan. Kondisi Martin yang akan hengkang biasanya memicu tim untuk menerapkan team order demi mendukung pembalap yang bertahan.
Kendati demikian, Massimo Rivola menepis anggapan tersebut. Baginya, martabat kompetisi dan rasa hormat di lintasan jauh lebih penting daripada urusan kontrak.
"Keduanya bebas membalap sampai matematika mengeliminasi salah satu dari mereka. Hal yang terpenting adalah adanya rasa hormat di lintasan. Dan dalam poin ini, kami sangat jelas," tegas Rivola kepada Sky Italy, dikutip Kamis (2/4/2026).
Aprilia memilih untuk membiarkan takdir ditentukan di lintasan, memberikan kesempatan yang adil bagi Martin untuk merebut gelar juara meskipun ia tidak lagi berseragam Aprilia tahun depan. Fokus utama tim kini adalah memastikan kedua motor RS-GP mereka tetap menjadi yang tercepat tanpa harus mencederai semangat sportivitas antar pembalapnya.
(Rivan Nasri Rachman)