Kekhawatiran Dall’Igna semakin beralasan melihat rivalitas yang kian tajam. Aprilia sukses menyapu bersih kemenangan di Amerika dan kini memimpin klasemen konstruktor serta tim.
Posisi puncak klasemen pembalap dikuasai oleh duet pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Hingga seri Amerika usai, Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen dengan menempati posisi keempat, dibayangi oleh Pedro Acosta dari KTM di posisi ketiga.
Marquez tertahan di peringkat kelima, sedangkan Bagnaia terlempar ke posisi sembilan dengan selisih 56 poin dari puncak klasemen. Melihat kondisi itu, Dall’Igna menegaskan Ducati tak boleh berdiam diri.
"Apa yang sangat jelas adalah kami perlu bekerja keras untuk berkembang dan menempatkan pembalap kami di posisi terbaik, terutama sekarang saat lawan terbukti sangat kompetitif. Di AS, kami berjuang lebih keras dari yang seharusnya: sebuah peringatan yang harus mendorong kami untuk kembali menang," sambung Dall’Igna.
Ducati kini memiliki waktu satu bulan jeda musim semi menyusul penundaan seri Qatar. Waktu ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan motor sebelum MotoGP kembali ke Eropa dalam seri MotoGP Spanyol 2026 yang juga akan diikuti oleh tes resmi pertama musim 2026.
(Rivan Nasri Rachman)