MIMPI besar Jolin Angelia untuk masuk ke dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI akhirnya menjadi kenyataan. Pebulu tangkis muda berbakat ini resmi mengamankan tiket menuju Pelatnas Cipayung setelah tampil dominan di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) 2026.
Keberhasilan ini menjadi puncak dari perjuangan panjang Jolin yang harus melewati tahun 2025 dengan penuh tantangan. Dalam laga final tunggal putri yang berlangsung di Majeh Arena Wadas, Karawang, Sabtu 7 Februari 2026 lalu, Jolin sukses menumbangkan wakil Pelatkot Tangsel, Wening Arviani.
Melalui duel sengit selama 59 menit, Jolin menang dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 23-21. Kemenangan ini bukan sekadar hasil teknis di lapangan, melainkan pembuktian dari evaluasi mendalam yang ia lakukan sepanjang musim lalu.
Perjalanan Jolin menuju podium tertinggi di Karawang tidaklah mulus. Ia mengakui bahwa performanya sempat naik-turun sepanjang tahun 2025. Meski sempat mencicipi gelar di awal tahun, langkahnya seringkali terhenti oleh dominasi Mayla Cahya Afilian Pratiwi di berbagai seri Sirkuit Nasional (Sirnas).
Situasi sulit itulah yang memicu Jolin untuk meningkatkan porsi latihannya secara drastis. Ketenangan mental Jolin juga diuji di partai final Seleknas, terutama saat ia mampu meredam tekanan Wening di poin-poin kritis gim kedua.
“Dari awal tahun 2025 memang tidak mudah buat saya. Di Sirnas pertama saya juara, tapi setelah itu Mayla lebih menguasai. Dari situ saya banyak belajar dan saya latihan lebih gila-gilaan lagi untuk persiapan Seleknas dan inilah hasilnya,” ungkap Jolin seperti dikutip dari laman resmi PB Djarum, Minggu (29/3/2026).
Masuknya Jolin ke Cipayung juga menjadi bagian dari pemanggilan resmi delapan atlet terbaik hasil Seleknas 2026 oleh PP PBSI. Para atlet ini tidak hanya dinilai dari kemenangan di lapangan, tetapi juga telah dinyatakan lolos serangkaian tes berbasis sport science, mulai dari kesehatan, fisik, hingga tes psikologi dan IQ. Jolin dijadwalkan mulai bergabung dan menetap di Pelatnas pada Senin, 30 Maret 2026 besok.
Keberhasilan Jolin sekaligus mempertegas posisi PB Djarum sebagai penyumbang atlet terbanyak dalam pemanggilan kali ini. Dari total delapan nama, lima di antaranya merupakan binaan klub asal Kudus tersebut.
Selain Jolin, terdapat nama Ikhsan Lintang Pramudya, Salsabila Zahra Aulia, serta pasangan ganda putri Halifia Usni Pratiwi dan Selsi Josika. Bagi Jolin, kepindahannya ke Pelatnas diiringi rasa haru karena harus berpisah dengan para pelatih di PB Djarum yang telah sabar membimbingnya dari nol hingga menjadi pemain nasional.
(Rivan Nasri Rachman)