Di balik hasil yang kurang memuaskan, Dall’Igna memberikan pujian khusus kepada Marc Marquez. Meski Marquez mengeluhkan rasa tidak nyaman pada motor dan kekurangan pace, ia dianggap telah menunjukkan daya juang luar biasa untuk finis di posisi keempat setelah memenangi Sprint.
Sebaliknya, kritik tajam diarahkan kepada Bagnaia. Kesalahan fatal Bagnaia di sesi kualifikasi membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-11.
Di lintasan Brasil yang dikenal sangat sulit untuk melakukan aksi menyalip, posisi start tersebut dianggap sebagai vonis yang mematikan peluang Ducati.
"Mengubah hasil balapan dari posisi grid yang buruk adalah tugas yang sangat berat di lintasan seperti ini," tegas Dall’Igna.
Ducati pun berpotensi bangkit di MotoGP Amerika Serikat 2026 yang digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, pada akhir pekan ini. Pada tahun sebelumnya, Ducati begitu mendominasi podium di COTA, sementara pemenangnya dimiliki Bagnaia.
(Rivan Nasri Rachman)