Kendati banyak diganggu cedera, Marin punya deretan prestasi membanggakan. Ia tercatat tiga kali juara dunia bulu tangkis di sektor tunggal putri yakni pada 2014, 2015, dan 2018.
Tentu saja, prestasi terbaiknya adalah meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Marin adalah pebulu tangkis tunggal putri pertama dari luar Asia yang sukses menyabet kepingan mulia itu.
Lewat video yang sama, Marin mengatakan akan mengucapkan perpisahan secara resmi pada Kejuaraan Bulu Tangkis Eropa 2026. Ajang itu kebetulan digelar di kampung halamannya, Huelva, Spanyol, pada April.
“Saya ingin kita semua berjumpa sekali lagi di lapangan. Tapi, bukan berarti saya ingin mengambil risiko (mencederai tubuh saya lagi),” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)