KISAH kecil Veda Egra Pratama, rider berbakat Indonesia yang dijuluki Ovedinha dan The Young Lion menarik untuk dibahas. Pasalnya pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta itu baru saja berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah balap motor dunia.
Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun, berhasil memecahkan rekor sebagai pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium kejuaraan dunia Grand Prix setelah finis ketiga di Moto3 Brasil 2026 yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton Senna.
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan sesaat, melainkan buah dari dedikasi yang dimulai sejak usia enam tahun di lintasan motocross sederhana. Di bawah bimbingan sang ayah, mantan pembalap nasional Sudarmono, Veda mengasah insting balapnya sebelum akhirnya menapaki tangga prestasi melalui Astra Honda Racing School hingga mendominasi Asia Talent Cup 2023 sebagai juara.
Ada cerita unik di balik kesuksesan Veda di Negeri Samba. Menjelang balapan seri kedua Moto3 2026, atmosfer tim Honda Team Asia terasa begitu hangat dengan diperkenalkannya julukan baru bagi Veda, yakni "O’Vedinha".
Nama yang kental dengan nuansa lokal Brasil ini diambil dari gaya penamaan khas pesepak bola setempat, lengkap dengan sapaan "bom dia" dan seruan "joga bonito" yang ikonik dari bibir Veda.
Meski tampil ceria dengan identitas barunya, Veda menghadapi tantangan cuaca ekstrem di sirkuit Goiania yang sangat menyengat. Namun, tantangan fisik tersebut justru dibalut dengan performa luar biasa.
Walaupun sempat tercecer ke posisi ke-10 akibat insiden kontak dan red flag, Veda menunjukkan kelasnya saat balapan dimulai kembali. Ia tampil menggila dengan melahap tujuh posisi hanya dalam lima lap tersisa demi mengamankan podium bersejarah bagi Indonesia.