“Saya mencoba untuk mencapai kecepatan masuk yang sama, tetapi kami jauh lebih kesulitan, bagian depan kami jauh kurang stabil dan presisi. Begitu mereka melakukan jenis masuk seperti ini, mereka berada di posisi yang lebih baik saat keluar, sehingga mereka juga memaksimalkan keluarnya,” tambahnya.
“Kami harus banyak bekerja di sisi keluar, agar kami memiliki paket yang sangat bagus untuk keluar dari tikungan; seperti yang selalu kita lihat, saya dapat mengelola ban dan memulihkan banyak waktu dan posisi di akhir,” lanjut Di Giannantonio.
Meskipun Ducati masih memiliki keunggulan dalam hal akselerasi dan manajemen ban di pintu keluar tikungan, hal itu dirasa belum cukup untuk membendung laju Aprilia di sirkuit dengan karakteristik tertentu. Di Giannantonio menjelaskan karena Aprilia unggul saat masuk tikungan, mereka otomatis berada dalam posisi yang lebih baik saat keluar tikungan.
"Kami memiliki paket yang sangat bagus untuk exit tikungan, itulah mengapa saya bisa mengelola ban dan memperbaiki posisi di akhir balapan. Namun, itu tidak cukup untuk menempel mereka saat kondisi grip sedang sulit," imbuh Di Giannantonio.
Saat ini, Di Giannantonio duduk sebagai rider Ducati terbaik di klasemen pembalap MotoGP 2026, unggul tiga poin dari Marc Marquez namun tertinggal 19 poin dari Bezzecchi yang berada di urutan pertama. Baginya, prioritas utama Ducati saat ini adalah meningkatkan performa bagian depan motor agar tetap presisi dalam segala kondisi cuaca.
(Rivan Nasri Rachman)