Kenali 3 Cedera Olahraga yang Paling Banyak Dialami Orang Indonesia

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis
Minggu 15 Maret 2026 09:56 WIB
Tiga jenis cedera ini sering dialami orang Indonesia (Foto: Okezone/Andri Bagus Syaeful)
Share :

MINAT masyarakat dalam berolahraga memang cukup tinggi dalam upaya hidup sehat. Namun, olahraga cukup memberikan kekhawatiran dengan timbulnya cedera

Ternyata di Indonesia ada tiga cedera olahraga yang paling sering dialami. Tren cedera di Indonesia itu pertama lutut karena senangnya main olahraga raket seperti bulu tangkis, tenis, dan padel.

"Kedua bahu dan kemudian punggung karena tren main golf juga naik sekarang ini,” ujar dr Petrasama, spesialis ortopedi cedera olahraga saat peresmian klinik olahraga Rumah Sakit Atma Jaya Pluit, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2026.

1. Alat Olahraga

dr Petra pun memberikan tips untuk mengurangi cedera olahraga. Menurutnya, penggunaan alat olahraga yang tepat ternyata berpengaruh mengurangi risiko cedera.

“Untuk pencegahannya bisa dari teknik yang benar termasuk alat-alat olahraganya. Kaya sepatunya. Sepatu lari jangan dipakai untuk angkat beban. Jangan sampai salah pakai alat. Kuasai juga tekniknya. Di Indonesia main padel banyak yang pakai gaya bulu tangkis jadi banyak cedera,” ucap dr Petra.

2. Klinik Olahraga

Lebih lanjut, dr Petra menyarankan masyarakat untuk mencegah ataupun penyembuhan cedera di klinik olahraga. Hal itu agar mereka dapat berolahraga tanpa khawatir dengan adanya cedera.

Untuk itu, RS Atma Jaya resmi resmi memperkenalkan Sports Clinic karena banyaknya cedera olahraga yang dialami masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sports Clinic itu sebuah layanan kesehatan terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan dan performa atlet, komunitas olahraga, serta masyarakat yang memiliki gaya hidup aktif.

 

Klinik ini menyediakan layanan pencegahan cedera, diagnosis, penanganan cedera olahraga, hingga program rehabilitasi dan peningkatan performa fisik yang dilakukan oleh tim dokter multidisiplin. Seluruh layanan dirancang dengan pendekatan patient-centric, di mana kebutuhan, kondisi kesehatan, dan tujuan aktivitas fisik setiap pasien menjadi dasar dalam menentukan rencana perawatan yang paling tepat.

Sports Clinic ini turut didukung oleh dokter spesialis dari berbagai bidang, antara lain spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, serta gizi klinis, yang bekerja secara kolaboratif untuk memberikan pendekatan perawatan yang menyeluruh dan berbasis evidence-based medicine, serta berfokus pada kebutuhan dan kenyamanan pasien.

“Pembukaan Sports Clinic ini merupakan komitmen kami untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif di masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang berolahraga dapat melakukannya dengan aman, sehat, dan didukung oleh layanan medis yang profesional,” ujar Dr. Maria Theresia Yulita, S.H., M.H., MSM., CMC., MARS, Direktur Rumah Sakit Atma Jaya.

"Kami mendukung para olahragawan. Pasalnya, para atlet punya semangat tinggi untuk menjadi juara. Karena terlalu semangat, meskipun sedang cedera, mereka pengen jadi juara. Jadi, kadang-kadang ada over, dengan adanya klinik olahraga ini, membuat tata Kelola olahragawan ini menjadi pas, bisa dilihat alat-alat kita, alat kita bisa mengukur otot-otot yang over,” tambah dr. Maria.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya