Keputusan VR46 untuk bertahan di Ducati didorong oleh status tim yang kini naik kelas menjadi skuad satelit utama yang didukung langsung oleh pabrikan per 2025, menggantikan posisi Pramac.
Walaupun musim lalu Gresini Ducati tampil lebih mencolok melalui Alex Marquez, dan Aprilia menunjukkan taji dengan menempatkan empat pembalap di lima besar pada pembuka musim di Thailand, VR46 tetap yakin pada potensi Desmosedici.
Tantangan besar kini ada di Pundak dua pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Dengan kontrak yang akan habis akhir musim ini, serta kegagalan tim mendapatkan tanda tangan Pedro Acosta yang dikabarkan lebih memilih Ducati Lenovo, VR46 dituntut untuk segera kembali ke jalur kemenangan.
Terakhir kali tim ini mencicipi podium tertinggi adalah lewat aksi Marco Bezzecchi pada tahun 2023. Dengan pembaruan kontrak yang segera diteken, stabilitas teknis diharapkan menjadi kunci bagi tim milik The Doctor untuk kembali mendominasi grid MotoGP.
(Rivan Nasri Rachman)