ADU kisaran gaji pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dengan Mario Suryo Aji menarik untuk diulas. Nominalnya ternyata cukup jomplang.
Keduanya saat ini sama-sama berada di Kejuaraan Balap Motor Grand Prix. Mario turun di Moto2 dan Veda mengaspal di ajang Moto3. Mereka sama-sama tampil untuk Honda Team Asia.
Mario sudah lebih dulu mencicipi persaingan di kelas Moto3 dan Moto2. Sementara, Veda baru musim ini melakoni debutnya usai tampil apik di Red Bull Rookies Cup 2025.
Lantas berapa kisaran gaji Veda Ega Pratama? Tidak ada informasi yang pasti mengenai bayaran pembalap asal Yogyakarta tersebut.
Secara umum, pendapatan pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 bergantung pada prestasi, nama besar, dan jenis kontraknya. Berdasarkan data industri, gaji di kelas menengah berkisar antara 30-150 ribu Euro (Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar) per tahun.
Jika melihat rekam jejak juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, saat memulai debutnya di Moto3 pada usia 17 tahun, ia menerima gaji pokok sebesar 40 ribu Euro (sekira Rp670 juta). Angka ini tergolong istimewa karena Martinator direkrut berkat bakat spesialnya, sehingga tidak perlu membayar tim.
Lalu, berapa kisaran gaji Mario Aji? Kembali, tidak ada data pasti mengenai hal ini. Pembalap di Moto2 bahkan ada yang membayar tim lewat sponsor untuk balapan.
Namun, menurut laman MotoGPNews, pembalap di Moto2 mendapat gaji di kisaran 75-150 ribu Euro (setara Rp1,5-2,9 miliar) per tahun. Angka itu sangat jauh dari bayaran pembalap di kelas teratas atau MotoGP.
Itulah adu kisaran gaji pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dengan Mario Suryo Aji. Semoga kedua pembalap bisa terus mengharumkan nama negara di ajang balap motor.
(Wikanto Arungbudoyo)