Meskipun ada kelonggaran bagi atlet dalam kondisi tertentu, komitmen Toprak terhadap agamanya tetap teguh. Ia menegaskan segera setelah rangkaian balapan di Thailand berakhir, ia akan kembali ke Turki dan melanjutkan ibadah puasanya secara penuh.
Baginya, profesionalisme di lintasan dan ketaatan beragama adalah dua hal yang ia upayakan untuk berjalan beriringan.
Kehadiran Toprak di MotoGP juga menjadi simbol inklusivitas yang semakin berkembang di dunia balap motor. Sebagaimana ajang Formula 1 dan WEC yang mulai menyesuaikan jadwal di Timur Tengah demi Ramadhan, perjuangan Toprak di Thailand menunjukkan bagaimana dunia olahraga modern semakin menghargai latar belakang keyakinan para atletnya.
Kini, fokus beralih pada sejauh mana keahliannya menggunakan ban Pirelli di masa lalu dapat membantu pengembangan Yamaha untuk musim 2027 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)