NAMA Sabina Altynbekova telah lama menjadi buah bibir di jagat voli internasional sejak kemunculannya di Kejuaraan Voli Junior Asia 2014. Namun, di balik parasnya yang menawan, pevoli asal Kazakhstan ini dikenal sebagai sosok Muslimah yang sangat teguh memegang prinsip agamanya.
Bagi Sabina, popularitas hanyalah titipan, sementara ketaatan kepada sang Pencipta adalah prioritas utama.
Sabina tidak pernah ragu menunjukkan identitas keislamannya di hadapan publik. Melalui akun media sosial pribadinya, ia kerap membagikan momen-momen spiritual yang menyentuh hati.
Salah satu hobi yang sering Sabina lakukan adalah mengunjungi masjid-masjid dengan arsitektur indah, yang menurutnya memberikan ketenangan batin luar biasa.
"Agama saya adalah Islam, saya selalu berharap kepada Allah," tulisnya dalam sebuah unggahan di Instagram @altynbekova_20.
Bagi atlet bertubuh tinggi semampai ini, atmosfer di sekitar masjid memiliki daya tarik tersendiri yang mampu memperkuat imannya. Ia sering kali memuji keindahan rumah ibadah tersebut, menggambarkan masjid bukan sekadar bangunan, melainkan sumber inspirasi dalam menjalani hidup sebagai atlet profesional.
Perjalanan karier Sabina sempat singgah di Indonesia saat ia memperkuat klub debutan, Yogya Falcons, pada Proliga 2025. Meski kehadirannya memicu euforia luar biasa dari penggemar voli Tanah Air, kiprahnya di lapangan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sabina gagal membawa timnya menembus babak final four, yang membuat petualangannya di Liga Voli Indonesia berakhir lebih cepat dari ekspektasi banyak orang.
Kendati demikian, Sabina meninggalkan Indonesia dengan kepala tegak dan hati yang penuh syukur. Ia merasa terhormat bisa bertanding melawan pevoli kelas dunia di Indonesia dan sangat terkesan dengan keramahan masyarakat setempat.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia... Sampai jumpa di lain waktu, Insyaallah," tulis Sabina dalam pesan perpisahan yang mengharukan.
Memasuki September 2025, teka-teki masa depan Sabina akhirnya terjawab. Ia memutuskan untuk tidak kembali ke Proliga 2026 dan memilih pulang ke kampung halamannya untuk membela klub Astana.
Walau kini telah berseragam Astana di Kazakhstan, jejak ketaatan dan keramahan pevoli Muslimah ini akan selalu membekas di hati para pencinta voli di Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)