Kendati demikian, Sabina meninggalkan Indonesia dengan kepala tegak dan hati yang penuh syukur. Ia merasa terhormat bisa bertanding melawan pevoli kelas dunia di Indonesia dan sangat terkesan dengan keramahan masyarakat setempat.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia... Sampai jumpa di lain waktu, Insyaallah," tulis Sabina dalam pesan perpisahan yang mengharukan.
Memasuki September 2025, teka-teki masa depan Sabina akhirnya terjawab. Ia memutuskan untuk tidak kembali ke Proliga 2026 dan memilih pulang ke kampung halamannya untuk membela klub Astana.
Walau kini telah berseragam Astana di Kazakhstan, jejak ketaatan dan keramahan pevoli Muslimah ini akan selalu membekas di hati para pencinta voli di Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)