ADA 3 pembalap MotoGP yang tak diduga dibenci di negaranya sendiri yang menarik untuk dibahas. Apalagi salah satunya adalah rider asal Spanyol, Marc Marquez!
Menjadi bintang di ajang balap motor paling bergengsi, MotoGP, biasanya menjamin status pahlawan bagi seorang atlet di tanah kelahirannya. Namun, popularitas yang mendunia ternyata bukan jaminan bagi seorang pembalap untuk sepenuhnya dicintai di rumah sendiri.
Berbagai alasan, mulai dari kontroversi di lintasan hingga kepribadian di luar sirkuit, membuat beberapa rider top justru menuai hujatan dari warga negaranya sendiri. Penasaran siapa saja?
Meski mengoleksi tujuh gelar juara dunia kelas MotoGP, Marc Marquez tidak luput dari kebencian sebagian masyarakat Spanyol. Pemicu utamanya adalah drama panas pada musim 2015 yang melibatkan dirinya dengan Valentino Rossi.
Pada balapan penentuan di MotoGP Valencia 2015, Marquez dituduh sengaja menghalangi laju Rossi agar rekan senegaranya, Jorge Lorenzo, bisa melenggang mulus menjadi juara. Akibat tudingan "pengawal" tersebut, The Baby Alien sempat dihujat habis-habisan oleh publik Spanyol yang mayoritas merupakan pendukung setia Rossi, bahkan serangan tersebut sempat menyasar keluarga Marquez.
Nasib serupa dialami oleh peraih tiga gelar juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo. Momen yang seharusnya menjadi perayaan gelar juara dunia ketiganya pada tahun 2015 justru berubah menjadi hujan kritik.
Lorenzo dituduh melakukan konspirasi atau "main mata" dengan Marc Marquez untuk menjatuhkan Rossi. Saat merayakan kemenangan di seri penutup Valencia, Lorenzo bukannya dipuja, melainkan mendapatkan cercaan dari warga Spanyol yang tidak terima dengan cara ia memenangkan gelar tersebut di tengah kontroversi Sepang Clash.
Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa sosok seikonik Valentino Rossi memiliki pembenci di Italia. Di negara yang melahirkan banyak legenda balap, standar kecintaan publik ternyata sangat tinggi.
Penyebab munculnya kebencian terhadap The Doctor di tanah airnya sendiri justru lebih kepada faktor personal. Rossi dikenal memiliki kebiasaan buruk sering tidak tepat waktu dan sulit menepati janji.
Salah satu momen yang memicu kekecewaan publik Italia adalah saat ia tidak hadir dalam pertemuan yang telah dijadwalkan dengan legenda Formula One (F1), Jacques Villeneuve.
(Rivan Nasri Rachman)