Kisah Pebulu Tangkis Alwi Farhan, dari Ban Kapten Sepak Bola Solo Menuju Panggung Legendaris All England

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Kamis 19 Februari 2026 04:01 WIB
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share :

KISAH pebulu tangkis Alwi Farhan yang sempat menjadi kapten sepak bola di Solo, kini justru bakal beraksi di panggung legendaris All England menarik untuk dibahas. Ya, pemuda kelahiran Solo ini bukan sekadar atlet berbakat biasa, ia adalah perpaduan antara ketangguhan fisik pemain sepak bola dan kecerdikan strategi di atas lapangan tepok bulu.

Siapa sangka, tunggal putra peringkat 14 dunia ini dulunya lebih akrab dengan rumput hijau dibandingkan karpet sirkuit. Namun, takdir justru membuat Alwi kini menjadi salah satu tunggal putra andalan Indonesia.

1. Warisan Fisik dari Lapangan Hijau Solo

Sebelum memegang raket, Alwi Farhan adalah seorang pemimpin di lapangan sepak bola. Sang ayah, Muhammad Anis, mengisahkan kedisiplinan dan stamina putra daerah Solo ini ditempa saat ia aktif meniti karier sebagai pesepak bola cilik.

Tidak main-main, Alwi bahkan dipercaya memegang jabatan sebagai kapten tim pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) tingkat SD di Solo. Namun, garis tangan Alwi tampaknya lebih condong ke arah bulu tangkis mengikuti jejak sang kakak.

Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

Berbekal fisik prima hasil latihan sepak bola, Alwi dengan cepat beradaptasi di arena bulu tangkis. Prestasinya pun langsung melesat; sejak kelas 4 SD, ia sudah berhasil menggondol medali emas di turnamen internasional di Korea Selatan dan Thailand.

Bakat emas inilah yang kemudian membawanya hijrah ke Jakarta untuk bergabung dengan PB Exist, hingga akhirnya berhasil merengkuh gelar juara dunia junior (WJC) pada 2023 lalu.

2. Wujudkan Mimpi Main di All England

Kini, di usianya yang menginjak 20 tahun, Alwi Farhan tengah bersiap menorehkan tinta emas baru dalam karier profesionalnya. Setelah sukses meraih gelar juara di Indonesia Masters 2026 (Super 500), target besar berikutnya telah menanti: All England 2026.

 

Bagi Alwi, tampil di All England bukan sekadar partisipasi di turnamen Super 1000 keempatnya setelah Indonesia Open, China Open, dan Malaysia Open. Birmingham Arena adalah tempat impian yang sudah lama masuk dalam daftar keinginannya.

Alwi merasa sangat antusias untuk merasakan atmosfer unik turnamen tertua di dunia tersebut, termasuk tantangan bermain di atas karpet berwarna abu-abu yang ikonik sejak edisi 2024.

Alwi Farhan. (Foto: Andri Bagus/Okezone)

"Bermain di sana adalah mimpi yang sebentar lagi jadi kenyataan. Saya ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap bisa juara di sana," ungkap Alwi di Pelatnas Cipayung pada awal Februari 2026.

Sebagai tunggal putra utama di Pelatnas Cipayung saat ini, mentalitas kapten yang ia miliki sejak kecil diharapkan mampu membantunya menaklukkan panggung paling bergengsi di dunia bulu tangkis tersebut.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya