Kisah Pebulu Tangkis Handoko Yusuf, Penakluk Li Shi Feng yang Kini Menjemput Mimpi di Amerika Serikat

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Minggu 15 Februari 2026 17:59 WIB
Atlet Indonesia yang memulai karier di Amerika Serikat, Handoko Yusuf Wijayanto. (Foto: Dok Pribadi Handoko Yusuf Wijayanto)
Share :

NAMA pebulu tangkis Handoko Yusuf Wijayanto mungkin tidak selalu menghiasi tajuk utama media olahraga nasional, namun jejak kariernya menyimpan catatan emas yang impresif. Mantan tunggal putra binaan PB Djarum ini pernah menjadi momok bagi para pemain elit dunia saat ini, sebelum akhirnya memutuskan untuk merajut jalan baru di Amerika Serikat.

Lahir di Jakarta pada 26 April 1999, Handoko adalah bukti nyata bahwa talenta bulu tangkis Indonesia tersebar luas di luar asrama Pelatnas. Di level junior, ia tercatat pernah menumbangkan nama-nama besar seperti Ng Tze Yong (Malaysia) hingga Jia Heng Jason Teh (Singapura). Namun, kemenangan yang paling membekas adalah saat ia menundukkan bintang China, Li Shi Feng.

1. Realitas Karier

Pada perempat final Malaysia International Junior Open 2017, Handoko secara mengejutkan mengalahkan Li Shi Feng lewat pertarungan sengit tiga gim, 20-22, 21-15, dan 21-17. Mengingat kini Li Shi Feng bercokol di peringkat enam dunia, Handoko mengaku sempat tak percaya dengan pencapaian masa lalunya itu.

"Saya tidak expect saat itu bisa mengalahkan Li Shi Feng. Tapi yang paling tidak menyangka adalah pemain yang pernah saya kalahkan ini ternyata sekarang jadi pemain top level dunia," kenang Handoko.

Sayangnya, meski potensial, jalan menuju Pelatnas PBSI tak kunjung terbuka baginya. Pada akhir 2019, Handoko harus meninggalkan status atlet PB Djarum karena kebijakan regenerasi. Ia sempat bertahan sebagai sparring partner hingga 2021 sebelum akhirnya melanjutkan jalur profesional melalui beasiswa di Sarwendah Badminton Club dan menempuh studi Manajemen di Perbanas Institute.

Handoko Yusuf Wijayanto. (Foto: Dok Pribadi Handoko Yusuf Wijayanto)

2. Babak Baru di New York

Hasrat untuk berkompetisi di panggung dunia tak pernah padam dalam diri pria yang kini menginjak usia 26 tahun tersebut. Pada September 2024, sebuah pintu kesempatan terbuka lebar ketika ia bertolak ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Long Island Badminton Center di New York.

 

Langkah awalnya di Amerika terbilang manis dengan raihan juara ketiga di ajang Boston Open 2024. Bagi Handoko, Amerika Serikat bukan sekadar tempat baru, melainkan "pelampiasan" positif untuk mewujudkan ambisi internasional yang sempat tertunda di tanah air, termasuk impian menembus Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.

"Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan jika nantinya saya bisa bermain di internasional membela Amerika Serikat. Saya masih punya mimpi bermain di turnamen internasional," tegas Handoko yang saat ini juga tetap berkomitmen menyelesaikan kuliahnya secara daring.

Handoko Yusuf Wijayanto. (Foto: Dok Pribadi Handoko Yusuf Wijayanto)

Kini, di usia emasnya, Handoko Yusuf Wijayanto sedang bersiap untuk kembali ke lintasan balap bulu tangkis global, membuktikan bahwa mimpi atlet Indonesia bisa tetap menyala meski harus menempuh jalan memutar melintasi benua.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya