Kisah Pebulu Tangkis Putri KW yang Gagal Tuntaskan Rasa Penasaran di Indonesia Masters 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 26 Januari 2026 04:01 WIB
Tunggal Putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Foto: PBSI)
Share :

JAKARTA – Harapan besar sempat membumbung tinggi di pundak tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, saat mengawali langkah di turnamen Indonesia Masters 2026. Berambisi untuk mengakhiri rasa penasaran akan trofi juara di level Super 500, langkah pemain berusia 23 tahun itu justru harus terhenti lebih awal di hadapan publik sendiri.

Putri KW datang ke Istora Senayan dengan motivasi berlipat. Setelah sebelumnya sukses mengamankan tiga medali perak di ajang Hong Kong Open 2024, Hylo Open 2025, dan Australia Open 2025, ia sangat berharap Istora menjadi tempat bersejarah bagi gelar juara perdananya di level ini.

1. Start Mulus yang Memberi Harapan

Awal perjalanan Putri KW di Indonesia Masters 2026 sebenarnya terbilang menjanjikan. Pada babak pertama yang berlangsung Rabu 21 Januari 2026 malam WIB, pebulu tangkis kelahiran Tangerang ini tampil dominan saat menghadapi wakil Taiwan, Sung Shuo Yun.

Putri KW berhasil menang dua gim langsung dengan skor kembar 21-15 dan 21-15. Berkat kemenangan tersebut, Putri mengungkapkan betapa besarnya gairah untuk naik ke podium tertinggi.

Putri Kusuma Wardani. (PBSI)

"Sangat termotivasi karena udah tiga kali juga (level) 500 aku mendapatkan medali perak. Dan aku pengen di sini pengen banget bisa juara, dan di seri 500 pertama aku juaranya di Indonesia," tutur Putri dalam konferensi pers usai kemenangan di babak pertama.

Sayangnya, adaptasi terhadap arah angin dan strategi permainan yang ia siapkan belum cukup untuk membawanya melangkah lebih jauh.

 

2. Kekalahan Menyakitkan di Babak 16 Besar

Ambisi besar untuk pecah telur di kandang sendiri akhirnya menemui jalan buntu pada babak 16 besar, Kamis 22 Januari 2026. Menghadapi wakil Taiwan lainnya, Huang Yu-Hsun, Putri KW justru kewalahan meladeni tekanan lawan.

Putri Kusuma Wardani. (PBSI)

Meski sempat mencuri gim kedua untuk memperpanjang napas, Putri gagal mempertahankan konsistensi di poin-poin kritis. Laga sengit tersebut berakhir dengan kekalahan tipis bagi wakil tuan rumah lewat skor 17-21, 21-19, dan 17-21.

Hasil ini tidak hanya mengubur mimpi pribadi Putri untuk meraih gelar Super 500 pertamanya, tetapi juga memastikan sektor tunggal putri Indonesia habis tak tersisa di ajang Indonesia Masters 2026. Rasa penasaran Putri KW pun terpaksa masih harus berlanjut ke turnamen berikutnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya