Kisah Santun Kim Astrup/Anders Rasmussen, Hilangkan Ketengilan demi Hormati Ahsan/Hendra

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 19 Januari 2026 15:53 WIB
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share :

VANNTA – Arena bulu tangkis dunia mengenal pasangan Denmark, Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen, sebagai sosok yang kerap memancing emosi lawan lewat aksi jenaka sekaligus provokatif di lapangan. Namun, pemandangan berbeda tersaji saat ganda putra peringkat tiga dunia ini berhadapan dengan pasangan legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

1. Redam Selebrasi di Hadapan sang Idola

Pasangan berjuluk Duo Tengil dari Denmark ini biasanya tidak segan melakukan selebrasi joget-joget ikonik yang terkadang membuat lawan seperti Kevin Sanjaya/Marcus Gideon hingga wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, merasa jengkel. Akan tetapi, pada laga semifinal Arctic Open 2023, ketengilan tersebut mendadak sirna.

Alih-alih berdansa, Astrup/Rasmussen justru menunjukkan sikap yang sangat elegan setelah memastikan kemenangan dua gim langsung, 21-19 dan 21-12. Keputusan untuk tidak merayakan kemenangan dengan cara berlebihan ini dianggap sebagai bentuk respek tertinggi kepada The Daddies.

Bagi Kim Astrup dan Anders Rasmussen, Ahsan/Hendra bukan sekadar lawan, melainkan sosok senior yang mereka idolakan dan sangat dihormati oleh seluruh komunitas bulu tangkis internasional. Di hadapan sang idola, segala bentuk provokasi lapangan pun seolah menjadi tabu bagi mereka.

Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen

2. Ekspresi Lega Tanpa Aksi Berlebihan

Momen elegan tersebut berlanjut sesaat setelah poin terakhir diraih. Astrup/Rasmussen hanya merayakan keberhasilan mereka dengan berpelukan singkat sebelum langsung mendatangi net untuk bersalaman dengan Ahsan/Hendra.

 

Tidak ada gerakan tambahan atau provokasi ke arah tribune penonton yang biasanya menjadi ciri khas mereka saat berhasil menembus partai final.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pensiun. foto aldhi chandra

Sebelum beranjak meninggalkan lapangan, Anders Rasmussen hanya terlihat memegangi kepalanya sambil menatap penonton dengan raut wajah penuh kelegaan. Ekspresi tersebut murni menunjukkan rasa syukurnya karena berhasil melewati tantangan berat dari sang maestro, tanpa perlu merusak suasana dengan gestur-gestur yang kurang perlu.

Sikap santun tersebut pun menuai pujian luas sebagai cerminan sportivitas sejati di dunia tepok bulu.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya