Tidak ada gerakan tambahan atau provokasi ke arah tribune penonton yang biasanya menjadi ciri khas mereka saat berhasil menembus partai final.
Sebelum beranjak meninggalkan lapangan, Anders Rasmussen hanya terlihat memegangi kepalanya sambil menatap penonton dengan raut wajah penuh kelegaan. Ekspresi tersebut murni menunjukkan rasa syukurnya karena berhasil melewati tantangan berat dari sang maestro, tanpa perlu merusak suasana dengan gestur-gestur yang kurang perlu.
Sikap santun tersebut pun menuai pujian luas sebagai cerminan sportivitas sejati di dunia tepok bulu.
(Rivan Nasri Rachman)