Daya tarik Ahsan sebagai salah satu pemain ganda putra terbaik dunia terbukti dengan datangnya tawaran melatih dari sedikitnya tiga negara di kawasan Asia. Namun, tawaran menggiurkan dari luar negeri tersebut ditolaknya mentah-mentah. Alasan utamanya tetap sama, ia enggan kembali terpisah jarak dengan orang-orang tercinta.
"Ada (tawaran dari menjadi pelatih) dari luar. Dari luar banyakan sih. Ada aja (asal negara yang menawarkan) haha. Ada beberapa lah pokoknya. (Negaranya) Asia. Pokoknya itulah tapi memang saya enggak dulu," sambung Ahsan.
Ahsan juga memberikan isyarat bahwa jika suatu saat nanti ia merasa sudah siap untuk membagikan ilmunya di pinggir lapangan, prioritas utamanya adalah melatih di Tanah Air.
"Ya kalau bisa sih di Indonesia dulu (kalau sudah siap menjadi pelatih). Karena kan keluarga di sini, kalau di luar kan harus jauh lagi dari keluarga. Kayak waktu main dulu kan ditinggal lagi," tutup Ahsan.
(Rivan Nasri Rachman)