KISAH perjalanan karier Pramudya Kusumawardana menjadi sorotan setelah atlet bulu tangkis yang pernah meraih medali emas untuk Indonesia ini memilih untuk membela Australia. Keputusan mengejutkan ini terjadi setelah ia mundur dari Pelatnas PBSI pada akhir tahun 2023.
Pramudya, yang lahir di Sukabumi pada 13 Desember 2000, memulai karier bulu tangkisnya di klub PB Djarum. Ia menunjukkan bakat luar biasa sejak junior, berhasil meraih prestasi di sektor ganda putra dan ganda campuran.
Pada sektor ganda campuran, Pramudya sukses meraih gelar BWF International Junior 2018 bersama Ribka Sugiarto. Sementara di ganda putra, ia menjadi runner-up di turnamen yang sama dengan dua pasangan berbeda, Yeremia Rambitan dan Ghifari Anandafa Prihandika.
Memasuki level senior, Pramudya memutuskan fokus di sektor ganda putra bersama Yeremia Rambitan. Pasangan yang akrab disapa Pram/Yere ini dengan cepat menjadi ancaman bagi lawan-lawan mereka.
Pada SEA Games 2023, Pram/Yere kembali mengukir prestasi dengan meraih dua medali emas, satu dari nomor beregu dan satu lagi dari nomor perorangan ganda putra. Namun, tak lama setelah pencapaian gemilang itu, Pramudya secara mengejutkan mundur dari Pelatnas PBSI dengan alasan ingin melanjutkan pendidikan di Australia.
Setelah pindah, Pramudya sempat menjadi pelatih di sebuah klub bulu tangkis di Australia. Namun, ia kembali aktif sebagai atlet, kali ini mewakili Australia.
Pramudya mulai berkompetisi lagi di ajang Finnish International 2024, berpasangan dengan atlet Australia berdarah Jepang, Nozomi Shimizu, di sektor ganda campuran. Meskipun batal tampil di Finlandia, ia kembali bermain di Australia Open 2024 pada pertengahan Juni.
Di Australia Open 2024, Pramudya bermain di dua sektor. Di ganda putra, ia berpasangan dengan mantan pemain Indonesia lainnya, Andika Ramadiansyah, dan berhasil mencapai perempat final. Namun, di ganda campuran, ia dan Nozomi Shimizu terhenti di babak 32 besar. Setelah itu, ia hanya fokus bermain di ganda putra bersama Andika di Bendigo International 2024 dan berhasil mencapai semifinal.
Pada Sydney International 2024, Pramudya kembali menunjukkan potensinya. Ia berpasangan dengan bintang ganda putri Australia, Gronya Somerville, di sektor ganda campuran.
Pasangan baru ini menunjukkan performa menjanjikan dengan meraih dua kemenangan sebelum akhirnya kalah di perempatfinal dari pasangan Taiwan, Chen Cheng Kuan/Hsu Yin-Hui.
Kisah Pramudya Kusumawardana menjadi contoh bahwa perjalanan karier seorang atlet bisa berliku. Meskipun kini ia membela bendera Australia, tak bisa dipungkiri bahwa bakatnya lahir dan berkembang di Indonesia, yang kini menjadi kenangan manis bagi para penggemar bulu tangkis Tanah Air.
(Rivan Nasri Rachman)