“Kejutan itu pasti harus dilakukan. Karena tanpa ada hasil kejutan, tidak mungkin kelihatan ada progresnya,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Jakarta, Rabu, 3 April 2024.
Lebih lanjut, Koh Didi -sapaan akrab Eng Hian- menyatakan bahwa Rachel/Trias akan didorong untuk bisa berprestasi di ajang yang lebih tinggi yakni turnamen level Super 500. Namun, jika belum mampu, mereka akan dituntut untuk tampil konsisten lebih dulu di Super 300.
“Untuk Rachel/Trias tentinya tetap kita dorong untuk percepatan level lebih tinggi. Tapi kalau Super 500 masih terlalu tinggi, kita coba konsistensi dulu di Super 300 ini,” jelas pelatih berusia 46 tahun itu.
Sementara untuk Lanny/Ribka dan Ana/Tiwi -sapaan Febriana/Amallia, yang lebih senior dari Rachel Trias, diharapkan sudah bisa konsisten di Super 500. Dia benar-benar menuntut hal itu kepada mereka.
“Nah yang percepatan lainnya kayak Lanny/Ribka dan Ana/Tiwi itu yang harusnya Super 300 udah confirm (bisa juara) dan seharusnya ke Super 500. Kan Super 300 udah dapat gelar, nah makanya kemampuan ke Super 500 punya. Itu yang harus ditingkatkan ke anak anak,” pungkasnya.
(Admiraldy Eka Saputra)