JAKARTA – Dito Ariotedjo telah resmi menjalani tugas sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Plt Menpora, Muhadjir Effendy, di Auditorium Wisma Menpora, Selasa (4/4/2023). Meski baru, Dito pun sudah siap mengemban tugas tersebut, malahan ia telah menentukan langkah apa saja yang akan dilakukannya sebagai Menpora.
Hal pertama yang dilakukan Dito adalah fokus lebih dulu untuk keberangkatan kontingen Indonesia ke SEA Games 2023. Barulah setelah itu ia alihkan fokus ke ajang-ajang lainnya.
Seperti yang diketahui, Dito resmi dilantik menjadi Menpora oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin 3 April 2023. Dengan begitu, Dito bakal menjabat sebagai Menpora hingga masa kepemimpian Presiden Jokowi selesai pada pertengahan 2024 mendatang atau sekira 1,5 tahun lagi.
Dalam waktu yang singkat itu, Dito ditugaskan untuk melanjutkan apa yang sudah direncanakan oleh Menpora sebelumnya, yaitu Zainudin Amali. Zainudi Amali mundur setelah terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 dan ingin fokus membangun sepakbola Indonesia.
Kini usai sertijab, menteri berusia 32 tahun itu pun mengungkapkan persiapan keberangkatan Kontingen Indonesia ke SEA Games 2023 menjadi langkah pertama yang akan dilakukannya dari segi keolahragaan. Setelah itu, dia akan fokus untuk menyiapkan turnamen-turnamen lainnya yang dihelat di Tanah Air, seperti Piala Dunia FIBA 2023 dan ANOC World Beach Games (AWBG) 2023.
“Yang pasti dalam waktu terbatas ini, kita enggak sampai sebulan udah SEA games, jadi kita akan fokus ke keberangkatan kontingen ke sana. Dan selanjutnya dalam waktu tidak lama lagi juga banyak event-event yang akan diselenggarakan di Indonesia seperti Piala Dunia FIBA & AWBG,” kata Dito kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, Selasa (4/4/2023).
Selain itu, eksekusi terhadap Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) juga menjadi hal yang diperhatikan oleh politisi Partai Golkar itu. Lalu, dia juga mengungkapkan apa yang menjadi rencananya dibidang kepemudaan.
“Dan untuk tata kelola olahraga, kita sudah DBON jadi dalam waktu setahun ini kita akan melakukan implementasi dan eksekusi. Presiden meminta untuk digencarkan adanya liga-liga pendidikan dari SD sampai kuliah, dan juga di tingkat kedaerahan di desa-desa. Jadi kita akan bikin liga antar kampung cabor-cabor yang digemari rakyat di bawah,” tambahnya.
“Dan untuk kepemudaan, kita paling cepat adalah mengadakan Youth Creative Hub di beberapa titik, itu untuk mengembangkan anak muda Indonesia dalam sektor wirausaha dan profesionalitas. Jadi kami ingin pemuda kita tak hanya lahir di pengusaha, tapi juga di lintas sektor profesi agar kita menciptakan pemuda yang unggul dan menghadapi pasca-pandemi dengan survive,” tutup Dito.
(Rivan Nasri Rachman)