Menurutnya, kedua pasangan pelatnas itu sudah melewati dinamika yang panjang selama bertahun-tahun menjadi pasangan. Hasilnya kini telah terlihat dan mereka sudah sangat matang untuk bersaing di level tinggi.
Vita pun menilai proses dari dinamika itulah yang harus dilewati oleh Dejan/Gloria. Dengan begitu, mereka bisa membuktikan diri bisa bertahan di level atas.
“Tapi bagaimanapun kan, kalau dulu aku berproses dan menangani pemain itu kan sebenarnya orang itu buat sampai ke top level sampai Olimpiade ada prosesnya,” jelas mantan pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI itu.
“Mungkin sekarang Rinov/Pitha, Rehan/Lisa, mereka sempat setahun dua tahun jadi duet dulu, main dulu level bawah 300, 500, ke 1000, gagal, naik turun, gitu kan. Ada dinamikanya,” sambungnya.
“Kalau Dejan/Gloria nyaris enggak ada dinamikanya baru setahun, habis itu langsung kita fight bareng. Proses itu balik lagi ke anaknya mampu atau tidak,” imbuhnya.
Kendati demikian, Vita optimis dengan hadirnya sosok Gloria, yang sudah pernah mengalami dinamika berada di level atas ketika masih berpasangan denga Hafiz Faizal. Menurutnya, pemain berusia 29 tahun itu bakal bisa membimbing Dejan, yang baru kali pertama berada di level ini.
“Aku punya kekuatan satu di Gloria, kenapa? Karena dia yang sudah punya dinamika itu. Kalau Dejan kan semua rasanya baru, tapi yang aku cari semangat dan keinginannya. Nah si Gloria yang bisa tahu apa yang harus dilakuin (untuk bertahan di level atas). Itu saja sih,” pangkas Vita.
(Djanti Virantika)