“Ketika saya berumur 20 tahun, saya tidak takut jatuh, bahkan di trek semi-basah. Ini adalah kondisi paling berbahaya yang dapat ditemukan. Saya bisa memenangkan balapan dalam kondisi seperti ini, misalnya di Le Mans pada 2009, ketika saya start dalam kondisi campuran dengan ban licin dalam balapan flag-to-flag dan menang,” jelas mantan rider berusia 35 tahun itu.
"Dalam beberapa tahun terakhir dan setelah begitu banyak cedera, saya tidak ingin jatuh, saya tidak ingin melukai diri sendiri dan itu berdampak besar pada penampilan saya. Itulah yang mungkin juga akan dirasakan Marc,” imbuhnya.
“Dengan pembalap-pembalap muda yang mendorong tanpa rasa takut dan dengan banyak ambisi, perbedaan antara Marc dan yang lainnya semakin kecil. Tapi saya yakin jika Marc dalam kondisi 100 persen dan jika Honda membantunya, sedikit demi sedikit dia akan memenangkan balapan dan kejuaraan dunia lagi,” pungkasnya.
Pada motoGP 2023, Marc Marquez bakal kembali menunggangi Repsol Honda. Namun, kini dia akan bekerja sama dengan Joan Mir setelah Pol Espargaro hengkang ke GasGas.
(Reinaldy Darius)