PENJELASAN arti kartu kuning, merah, dan hitam dalam bulu tangkis akan dibahas di sini. Keluarnya tiga kartu tersebut sebenarnya sangat jarang terjadi dalam kompetisi bulu tangkis. Namun jika pemain mendapatkan satu dari ketiga kartu itu maka berhati-hatilah.
Istilah dikeluarkannya kartu dalam dunia sepakbola mungkin sudah sangat familiar bagi pecinta olahraga. Kenyataannya tidak hanya sepakbola, kompetisi bulu tangkis juga menggunakan kartu sebagai simbol hukuman dari suatu pelanggaran.
Untuk lebih memahami mengenai arti dari kartu kuning, merah dan hitam dalam bulu tangkis perhatikan penjelasan berikut.
Penjelasan Arti Kartu Kuning, Merah, dan Hitam dalam Bulu Tangkis
1. Kartu Kuning
Wasit dapat mengeluarkan kartu kuning sebagai tanda peringatan atas pelanggaran yang masih bisa ditolerir di lapangan. Atlet yang melakukan pelanggaran ringan akan dikenakan kartu kuning.
Salah satu atlet bulu tangkis yang mendapat kartu kuning adalah Anders Antonsen. Pemain asal Denmark itu mendapat kartu kuning karena mengulur-ulur waktu istirahat dan mengambil napas. Ketika itu Antonsen melawan tunggal putra Indonesia yaitu Jonatan Christie.
2. Kartu Merah
Pemain yang sebelumnya mendapat kartu kuning tetapi masih melakukan pelanggaran yang sama maka akan mendapat kartu merah. Jika wasit sudah mengeluarkan kartu merah maka servis akan dipindahtangankan dan lawan mendapat satu poin secara percuma.
Ganda putra Indonesia yaitu Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya pernah mendapat kartu merah pada ajang All England 2019. Pasalnya, pasangan berjuluk The Minions ini terlambat masuk ke lapangan untuk bertanding. Alhasil mereka harus merelakan satu poin untuk lawan