Dengan hasil tersebut, pembalap berusia 25 tahun itu semakin mendekat dengan El Diablo –julukan Quartararo, yang hanya finis di posisi kelima di Misano. Sementara itu, balapan hanya tersisa enam seri lagi. Tentu Pecco masih punya harapan besar untuk melengserkan sang juara bertahan dari singgasananya dan merebut gelar juara MotoGP 2022.
Alih-alih percaya diri tinggi, Pecco mengaku tak mau terlalu memikirkan gelar juara tersebut. Dia hanya ingin fokus mengeluarkan performa terbaiknya untuk meraih banyak kemenangan pada enam balapan tersisa musim ini.
“30 poin masih banyak jadi saya tidak ingin memikirkan itu (gelar juara). Saya hanya ingin fokus pada pekerjaan saya dan pada semua balapan di bagian terakhir musim ini,” kata Francesco Bagnaia dilansir dari Crash, Senin (5/9/2022).
“Saya ingin bertindak pintar dan mengerti di posisi mana kami bisa tiba. Seperti hari ini, jika saya melihat kemungkinan untuk menang, saya akan selalu berusaha untuk berada di depan,” imbuhnya.
Podium pertama di Misano itu pun menjadi kemenangan keempat berturut-turut yang diraih oleh Pecco. Dia pun mencetak sejarah dengan menjadi pembalap Ducati pertama yang berhasil meraih empat kemenangan beruntun di ajang MotoGP.
Setelah ini, ada waktu sekitar dua pekan bagi rider jebolan VR46 Academy itu untuk mempersiapkan dirinya menatap balapan selanjutnya di MotoGP Aragon 2022. Balapan ketiga musim ini di Spanyol itu akan digelar pada Minggu, 18 September mendatang.
(Hakiki Tertiari )