MOTOR MotoGP butuh didukung dengan aerodinamika yang baik agar melaju kencang. Tapi sayangnya, menurut Direktur Balap Aprilia Racing, Massimo Rivola, masih banyak tim yang belum fokus untuk mengembangkan paket aerodinamika.
Selain mesin, aerodinamika perlu diperhatikan. Kencang atau tidak suatu motor, sangat dipengaruhi aerodinamika pada tunggangan setiap pembalap.
Menurut Massimo Rivola, dengan memahami hal itu, maka motor mereka bisa menjadi lebih cepat. Hal tersebut seperti yang dilakukan tim Aprilia Racing pada MotoGP 2022.
Pada balapan terakhir di Silverstone, Pembalap Tes Honda, Stefan Bradl, membeberkan kelemahan timnya sehingga sangat terpuruk pada MotoGP 2022, yakni masalah aerodinamis. Pada saat yang sama, ia mencatat bahwa ketika Rivola datang ke MotoGP pada 2019 lalu, pria asal Italia itu langsung membantu Aprilia mengembangkan motor mereka dari segi aerodinamika.
Hal itu bisa terjadi karena Rivola membawa beberapa ahli aerodinamika dari Formula 1 ke tim yang bermarkas di Noale itu. Sebab, Rivola pernah bekerja di F1 bersama Ferrari dan Scuderia Toro Rosso sehingga punya ‘kenalan’ yang bisa membantunya.