“Saya hanya butuh setahun untuk sadar. Saya langsung paham tak boleh terus-terusan begitu. MotoGP itu pekerjaan penuh waktu. Saya dapat manfaat setim dengan Cal. Ia rajin latihan dan membantu saya. Ia membuka mata saya soal apa yang harus jadi investasi jika ingin sukses," ungkap Miller, mengutip dari Speedweek, Jumat (29/7/2022).
Miller menambahkan jika program latihannya berbeda ketika dirinya berada di Moto3. Ketika di Moto3, Miller tidak banyak melakukan latihan. Kewajibannya adalah menjaga berat badan agar tetap stabil.
Sementara di MotoGP, ia harus banyak latihan. Latihan yang Miller lakukan antara lain adalah kardio, gym, kelenturan tubuh, dan tentunya latihan motor. Dia bahkan mengklaim jika ia adalah salah satu pembalap yang paling sehat setelah terbebas dari pengaruh alkohol.
“Saya tak mau pura-pura menikmati latihan, karena tak seorang pun menikmati latihan. Namun, Anda lihat saja di Sachsenring. Dalam suhu 36°C, itu salah satu balapan terpanas dalam karier saya. Namun, saya oke dari awal sejak akhir. Jika sukses dalam balapan panas, maka Anda juga siap menghadapi kondisi lainnya,” lanjut Miller.
Itulah Kisah Jack Miller yang Dulu Suka Mabuk dan Pesta Insaf Berkat Bimbingan Crutchlow.
(Rivan Nasri Rachman)