Namun, Zarco melihat Espargaro melambaikan tangannya. Zarco pun memilih untuk tetap memacu motornya dan akhirnya meraih podium ketiga, di belakang Martin dan sang pemenang, Fabio Quartararo.
“Saya pikir dia mengalami masalah mekanis. Namun, dia terlihat sedang berselebrasi. Saya pun menyalipnya dan menyelesaikan balapan,” kata Zarco seusai balapan.
Padahal, Zarco sempat akan menyerah dan tak mengejar podium. Dia mengaku kecepatan motor Ducati Desmosedici GP22 miliknya tak sesuai harapan. Beruntung, dia akhirnya meraih podium.
“Saya frustrasi karena kehilangan kecepatan di akhir balapan. Saya satu-satunya yang menggunakan ban berkompon keras, dan seharusnya bisa memanfaatkannya. Saya senang tetap menekan, karena terjadi kesalahan di lap terakhir,” ujarnya.
(Djanti Virantika)