3. Ade Resky Dwicahyo
Kemudian, ada nama Ade Resky Dwicahyo. Ade lahir di Indonesia, pada 13 Mei 1998. Kiprah Ade di dunia perbulutangkisan Indonesia sendiri terbilang baik. Dia bahkan sempat menembus pelatnas PBSI junior.
Ade sudah pernah tampil di sejumlah kejuaraan bergengsi untuk membela Indonesia, seperti Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pada 2016, tetapi gagal mempersembahkan gelar.
Setelah itu, Ade mendapat proposal untuk membela Azerbaijan pada 2017. Ade pun menerima proposal itu demi berprestasi di level dunia dan main di Olimpiade. Pasalnya, jika tetap bermain untuk Indonesia, bakat Ade kemungkinan besar tidak kelihatan karena persaingan ketat dengan pebulu tangkis lainnya.
2. Ranomi Kromowidjojo
Perenang Ranomi Kromowidjojo adalah salah satu atlet Belanda yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Meski membela Belanda, perenang berumur 31 tahun itu memiliki darah Indonesia dalam tubuhnya.
Jika menilik pada nama Ranomi, aroma Indonesia sangat kental terasa. Nama Ranomi secara tidak langsung memberitahu, bahwa dia adalah keturunan Jawa.
Darah Indonesia didapatkan Ranomi dari sang ayah, Rudi Kromowidjojo. Sementara itu, kakeknya adalah tenaga perkebunan dari Jawa yang dibawa pemerintah kolonial Belanda ke Suriname.
Kisah perjalanan keluarga Ranomi cukup unik. Ayahnya lahir di Suriname, lalu pindah ke Belanda. Sang ayah pun menikahi gadis asli Belanda bernama Netty Deemter. Dari pernikahan tersebutlah, Ranomi lahir. Akhirnya, Ranomi membela negara sang ibu di ajang internasional.