“Musim 2020 sangat mengesankan, karena itu musim yang pendek dengan hanya 14 balapan. Tapi dengan 18 atau 20 grand prix, banyak pembalap kesulitan untuk menjaga performanya tetap berada di level tertinggi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Guidotti menambahkan bahwa MotoGP sangat menuntut kekuatan fisik di setiap tahunnya. Dia menyebut bahwa Zarco sangat menghemat energi. Menurutnya, jika pembalap asal Prancis itu itu ingin menjadi yang tercepat, maka dirinya harus lebih banyak mengeluarkan energi.
“Ya, seri balap MotoGP semakin menuntut fisik setiap tahunnya dan Johann mengemudi dengan sangat hemat energi. Jika Anda ingin benar-benar cepat dengan motor ini (Desmosedici), sebagai pembalap anda harus memiliki lebih banyak tenaga dan energi setiap tahun,” lanjut Guidotti.
Pada MotoGP 2021, Zarco mengakhiri kompetisi dengan berada di posisi kelima. Sejatinya hasil itu terbilang baik karena ia menjadi pembalap tim independen atau satelit terbaik di MotoGP 2021.
(Rivan Nasri Rachman)