Gantung Raket, Mulai Melatih dan Berbisnis
Firda yang saat itu sudah menginjak usia 28 tahun memutuskan untuk gantung raket dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI dan bergabung ke klub lamanya, yakni Jaya Raya. Di klubnya, Firda tercatat bermain selama dua tahun.
Setelah dua tahun bermain hingga 2016, Firda langsung ditunjuk sebagai pelatih oleh ketua harian Jaya Raya saat itu, Imelda Wigoena. Dari awal tahun 2016, Firda langsung melatih di Jaya Raya hingga saat ini.
Namun, pandemi Covid-19 yang merebak pada tahun 2020 membuat klub Jaya Raya sepi latihan. Karena itu, Firda yang sebelumnya juga sudah mempunyai bisnis kecil-kecilan mengalihkan fokusnya ke dunia usaha.
Tercatat, ia pernah berbisnis hijab hingga tanaman untuk dijual secara daring. Namun begitu, karena pandemi Covid-19, Firda menghentikan sementara dan lebih berfokus pada bisnis tanamannya.
Nama Firda tentu saja bisa diingat sebagai salah satu pebulu tangkis ternama pada kurun waktu 2004-2014. Gaya bermainnya yang lincah dan kerap melakukan teknik dropshot membuat Firda disegani banyak lawannya.
Juara New Zealand Open 2005
Emas SEA Games 2005
Juara Dutch Open 2006
Perak SEA Games 2007
Runner up Macau Open 2010
Perak SEA Games 2011
Runner up Malaysia Masters 2014
Juara Indonesian Masters 2014
(Rachmat Fahzry)