“Jadi nanti kita akan lihat perkembangannya. Karena waktu SEA Games yang lalu waktu di Singapura itu seluruh tim menerima keputusan dari panitia SEA Games,” tukas Hanny.
Aprilia Manganang sendiri sempat mendapat sejumlah protes saat berkompetisi bersama Timnas Voli Putri Indoenesia. Salah satunya datang dari Filipina yang meragukan bahwa Aprilia Manganang adalah seorang perempuan. Protes itu disampaikan di SEA Games 2015.
Tetapi, Hanny S Surkatty menyatakan bahwa sejauh ini belum ada protes yang diajukan negara-negara lain soal status gender Aprilia Manganang.
Karena itu, pihak PBVSI pun belum berhubungan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait seperti Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Komite Olimpiade Nasional (NOC).
(Mochamad Rezhatama Herdanu)