Adanya gap antara mekanik dengan personel di garasi turut dirasakan Valentino Rossi. Pembalap bernomor motor 46 itu juga sedikit tersinggung dengan pernyataan Honda yang mengklaim kesuksesan selama ini terjadi karena keandalan motor, bukan kemampuan rider.
“Dia tentu juga merasakannya sebagai seorang pembalap. Anda sudah pernah membaca perkataan Rossi tentang Honda yang memberikan perasaan bahwa motor sangat bagus dan itu bukan karena kontribusi pembalap,” lanjut Alex Briggs.
“Itu adalah hal terburuk yang bisa dikatakan kepada seorang pembalap. Bilang ke pembalap bahwa mereka tidak penting. Bilang seperti itu dan Anda langsung harus mencari pembalap baru. Itulah yang terjadi,” tutup pria berkebangsaan Australia itu.
Seperti kita ketahui bersama, Valentino Rossi lantas meraih lebih banyak kesuksesan bersama Yamaha. Empat gelar juara dunia berhasil direngkuh bersama pabrikan berlogo garpu tala tersebut. Honda, memang terus menuai kesuksesan, tetapi perlu menanti delapan musim sejak terakhir kali juara pada 2006.
(Ramdani Bur)