CANBERRA – Penggemar MotoGP dibuat terkejut ketika Valentino Rossi memutuskan hengkang ke Yamaha pada awal musim 2004. Namun, Alex Briggs menilai, kepindahan itu terasa wajar karena Honda memperlakukan The Doctor dengan buruk.
Seperti diketahui, karier Valentino Rossi di kelas premier dimulai bersama Honda Racing Corporation (HRC) pada 2000. Namun, ketika itu sang pembalap tidak langsung memperkuat tim pabrikan, melainkan tim satelit Nastro Azzuro Honda.
Dasar sudah berbakat, Valentino Rossi langsung menjadi juara dunia pada musim keduanya bersama HRC, yakni MotoGP (500 cc) 2001. Total, pembalap asal Italia itu menghabiskan waktu empat musim bersama HRC hingga pindah pada awal musim 2004 ke Yamaha.
Baca juga: Ayah Lorenzo: Rossi Berjaya di Masa Lalu karena Lawannya Kurang Hebat
Kepindahan itu terbilang mengejutkan. Sebab, bersama Honda, Valentino Rossi bisa merebut tiga gelar juara dunia beruntun (2001-2002-2003). Kala itu, Yamaha belum teruji di kancah MotoGP sehingga terbilang mengherankan mengapa sang juara dunia mau hengkang.
Kebenaran kini terungkap dari mulut Alex Briggs, mekanik andalan Valentino Rossi sejak 2000. Menurutnya, kepindahan itu tidak terhindarkan karena perlakuan buruk Honda sendiri terhadap mekanik dan pembalap.
“Kepindahan ke Yamaha adalah sebuah keputusan mudah. Kami mulai sedikit frustrasi dengan Honda. Ketika pertama kali bergabung, kami merasa semua tim berjalan ke arah yang sama. Namun, lama-kelamaan terasa ada pemisahan,” ujar Alex Briggs, seperti dimuat The Race, Jumat (11/12/2020).
Adanya gap antara mekanik dengan personel di garasi turut dirasakan Valentino Rossi. Pembalap bernomor motor 46 itu juga sedikit tersinggung dengan pernyataan Honda yang mengklaim kesuksesan selama ini terjadi karena keandalan motor, bukan kemampuan rider.
“Dia tentu juga merasakannya sebagai seorang pembalap. Anda sudah pernah membaca perkataan Rossi tentang Honda yang memberikan perasaan bahwa motor sangat bagus dan itu bukan karena kontribusi pembalap,” lanjut Alex Briggs.
“Itu adalah hal terburuk yang bisa dikatakan kepada seorang pembalap. Bilang ke pembalap bahwa mereka tidak penting. Bilang seperti itu dan Anda langsung harus mencari pembalap baru. Itulah yang terjadi,” tutup pria berkebangsaan Australia itu.
Seperti kita ketahui bersama, Valentino Rossi lantas meraih lebih banyak kesuksesan bersama Yamaha. Empat gelar juara dunia berhasil direngkuh bersama pabrikan berlogo garpu tala tersebut. Honda, memang terus menuai kesuksesan, tetapi perlu menanti delapan musim sejak terakhir kali juara pada 2006.
(Ramdani Bur)