"Vale sangat kecewa setelah akhir pekan pertama. Kami memutuskan untuk mengubah sesuatu, ia benar-benar ingin mencobanya karena tidak ada ruginya," beber Jarvis, seperti dilansir dari Crash, Selasa (4/8/2020).
"Tapi kadang-kadang mengubah pikiran para teknisi Jepang tidak sesederhana itu. Karena kita memiliki banyak data dan informasi (untuk set-up saat ini) dan pembalap lainnya melaju cepat. Jadi mengapa pergi ke arah yang berbeda ini?” jelasnya.
"Kalian punya orang lain yang lebih cepat, tentunya Fabio dan Maverick, tetapi juga Frankie (Morbidelli), dan sebagian besar tim Yama ha kami punya rentang set-up yang sangat mirip. Zona tempat mereka bekerja cukup umum,” sambung Jarvis.
"Akan tetapi, Vale berjuang untuk mengatasi hal itu, untuk merasa nyaman dan membuatnya bekerja untuknya selama satu setengah musim terakhir, saya akan mengatakan itu," imbuh sang direktur.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)