ROMA – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menghadapi dua pilihan sulit jelang bergulirnya MotoGP 2020, yakni pindah ke Petronas Yamaha SRT atau pensiun. Manajer Direktur Tim Yamaha, Lin Jarvis meminta Rossi untuk segera memutuskan masa depannya, paling lambat pada akhir Juni 2020.
Eks Manajer Tim di MotoGP, Livio Suppo, menilai tindakan Jarvis yang terlalu menekan Rossi tidaklah tepat. Suppo paham bahwa Yamaha ingin segera menentukan komposisi pembalap di tim satelit mereka (Petronas SRT), tetapi seharusnya Rossi diberi waktu lebih lama.
Apalagi, Rossi telah memberikan banyak hal kepada Yamaha. The Doctor –julukan Rossi– memberikan Yamaha empat gelar juara MotoGP. Rossi juga berperan besar untuk membawa nama Yamaha semakin besar di MotoGP, dengan prestasi dan pamornya.
BACA JUGA: Saran Teman kepada Rossi: Dengarkan Hati Anda
“Saya menemukan dia (Jarvis) tidak terlalu baik terhadap Vale –sapaan akrab Rossi. Saya mengerti mengapa mereka mempromosikan Fabio Quartararo (dari Petronas SRT ke Yamaha), yang merupakan pembalap muda dengan potensi luar biasa dan tampil apik pada musim debut,” kata Suppo, menyadur dari Tutto Motori Web, Sabtu (20/6/2020).
Meski masa depannya belum jelas, fokus Rossi terhadap MotoGP 2020 tidak boleh terganggu. Apalagi, MotoGP 2020 sebentar lagi akan dimulai, tepatnya pada 19 Juli mendatang. Balapan perdana akan dilangsungkan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu 19 Juli 2020.
Kemenangan di Sirkuit Jerez bagus untuk Rossi, yang akan menjalani musim terakhirnya bersama Yamaha. Posisi pertama di Sirkut Jerez juga akan mengakhiri rekor buruk Rossi, yang belum pernah lagi memenangkan balapan sejak MotoGP Belanda 2017.
(Ramdani Bur)