“Kami harus diskusi. Kami harus punya rencana. Kami ogah menghadapi situasi tiba-tiba tak bisa balapan. Semua pasti ingin tahu apa yang akan terjadi,” jelas Razali, seperti dilaporkan oleh Motorsport Total, Rabu (29/4/2020).
“Lebih baik bikin rencana untuk situasi terburuk, karena saat ini semua orang hanya mengamati, tak benar-benar antisipasi soal apa yang akan terjadi jika tak ada balapan. Secara teori, jika musim ini dibatalkan, maka semuanya juga harus dibatalkan, lalu diberlakukan tahun depan,” lanjutnya.
“Beberapa pembalap memang sudah memiliki kontrak 2021 dengan gaji besar dan mereka ingin pergi ke tim barunya. Tapi jangan lupa, bagaimana dengan promotor dan sponsor? Jika dibatalkan, mungkin mereka tak mau lanjut tahun depan,” tuntas pria asal Malaysia itu.
(Ramdani Bur)