Suppo: Rossi dan Ducati Bagaikan Pernikahan yang Gagal

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2020 23:09 WIB
Valentino Rossi gagal bersinar di Ducati (Foto: MotoGP)
Share :

ROMA – Valentino Rossi memicu kehebohan di jagat MotoGP ketika memutuskan hengkang ke Ducati Corse pada awal musim MotoGP 2011. Sayangnya, masa bakti The Doctor di tim asal Italia tersebut berakhir dengan petaka. Ia dinilai gagal mengembangkan motor Desmosedici GP.

Kepindahan Valentino Rossi ke Ducati kala itu membawa ekspektasi besar dari pecinta MotoGP. Sebab, pria asal Italia itu mampu menjadi juara dunia dengan motor yang kurang bisa melaju kencang seperti Yamaha sebanyak empat kali. Tak pelak, banyak yang berharap ia akan semakin sulit dikejar dengan menunggangi motor Ducati.

Baca juga: Selama Masih Dapat Motor Pabrikan, Rossi Tak Perlu Pensiun

Apalagi, kala itu Valentino Rossi tengah memasuki usia emas seorang pembalap, yakni 31 tahun. Berbagai harapan tersebut pada akhirnya memang gagal terwujud. Selama dua musim membela Ducati (2011-2012), Valentino Rossi hanya mampu dua kali naik podium alih-alih menjadi juara dunia.

Mantan Manajer Tim Ducati, Livio Suppo menduga, karakter motor Desmosedici GP tidak cocok dengan Valentino Rossi. Meski pembalap yang kini berusia 41 tahun itu punya segudang pengalaman, sangat tidak mudah untuk berganti motor serta pabrikan begitu saja.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya