“Saya tidak kaget. Marc memilih jalan seperti (Mick) Doohan dan memutuskan dirinya berkomitmen pada seluruh tim. Menurut saya, itu hebat terutama buat Honda,” tutur Carlo Pernat, mengutip dari GPOne, Jumat (21/2/2020).
“Namun, selalu ada penurunan, terutama ketika Anda mengikatkan diri dengan seorang pembalap begitu lama, Anda juga akan selalu menjadi budak buatnya. Honda sekarang menjadi ketergantungan terhadap Marquez,” imbuh pria asal Italia tersebut.
Tudingan Honda yang terlalu Marquez-sentris memang sudah merebak sejak musim lalu. Anggapan tersebut tidak salah mengingat pembalap berusia 27 tahun itu mampu menyumbangkan gelar juara sehingga Honda hampir pasti memenuhi segala permintaannya soal pengembangan motor.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)