“Menurut saya, Vale tak menduganya. Tapi kuasanya sudah tak besar lagi di Yamaha, dan ini wajar jika Anda berusia 41 tahun. Saya rasa, hubungan mereka berubah. Yamaha sudah ambil keputusan sendiri, dan itulah yang terpenting,” ucap Pernat, seperti disadur dari GPOne, Jumat (31/1/2020).
Baca Juga: Abaikan Rumor Masa Depan, Rossi Fokus Siapkan Diri Tampil di MotoGP 2020
“Yamaha ambil keputusan bagus, mereka bertindak seperti Honda di masa lalu: pabrikan lah yang ambil keputusan, bukan pebalap. Mereka harus antisipasi masa depan, dan mereka bekerja dengan baik. Jika mereka menunggu terlalu lama, bisa-bisa Maverick dan Fabio kabur,” tuntasnya.
(Ramdani Bur)