"Secara keseluruhan, saya tadi banyak mati sendiri. Lawan memang susah dihadapi, tapi sebetulnya masih ada peluang. Tadi banyak error karena kurang tahan, buru-buru mau mematikan jadinya bikin kesalahan. Maunya main bagus tapi kurang tahan," ujar Ruselli, sebagaimana dikutip dari PBSI, Kamis (9/1/2020).
"Tentunya, saya kecewa kalah di babak kedua, enggak sesuai dengan harapan saya. Paling tidak kalau kalah bisa kasih perlawanan, tapi tadi di game kedua sudah mepet tapi jauh lagi skornya. Saya kurang tahan. Lawan itu bola atasnya sering tidak terduga karena dia sering jumping smash. Evaluasinya, saya harus banyak latihan lagi, lebih giat lagi latihannya, terutama melatih ketahanan,” tukasnya.
(Ramdani Bur)