“Di game pertama, saya kurang lepas mainnya jadi defense-nya juga kurang rapat. Yufei mengontrol permainan saya dari awal dengan baik. Di game kedua, saya sedikit mengubah pola bermain dan mempercepat pergerakan. Lawan sempat mati-mati sendiri juga dan buang-buang bola juga. Tetapi di poin-poin terakhir, saya kecolongan,” ujar Fitriani, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Rabu (17/7/2019).
“Waktu poin 19-19 tadi, saya buru-buru dan lawan juga mempercepat permainan depannya, kasih bola tipis, waktu saya angkat bolanya menyangkut. Sekarang, bukan hanya mengandalkan smash saja untuk menyerang, tapi juga dari dropshot dan netting. Saya masih sering error saat melakukan itu,” tukas pemain berusia 20 tahun itu.
(Djanti Virantika)